Issana
April 5th
Female
Indonesia



Free shoutbox @ ShoutMix


go green indonesia!

http://miund.com/

My personalDNA Report
Love to click...
SpeaksOfMyLife
AccordingToD
TheEndlessStunningStars
Babywind
AlifBegoe
Alif
LetMeLeadYouToYourDreams
Pure Thought
C'est La Vie
MusicCanSpeakBetterThanWord
aDaringAdventure
IntoTheVoids
Indrani
InginBercerita
PemerhatiSegalaHal
TheFunIsOutThere
IstriBawel
KacamataMakna
KeluargaNugraha
Le.tourbillon
MAKOBU
Mer'sBitesOfBytes
Mitora
Miund'sEnglishBlog
CorgitoErgoSum
MyProcessOfLearning
LifeNDeCity
KambingJantan
SepatuMerah
EveryCloudHasItSilverlines
SurgamayaGoesToPolaris
Smaragdina



Tracked by Histats.com

Me-Thingy...
Click to view my Personality Profile page


Widget_logo

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Thursday, June 17, 2010
Makmur tanpa pertumbuhan?

Hari Jumat lalu saya ikutan Public Lecture. Yaah, pemanasan sebelum masuk kuliah maksudnya sekalian liat gimana model public lecture disini.

Public lecture ini bahas soal masalah global yang disebabkan oleh keterbatasan sumber daya alam (yang udah hampir mencapai titik kritis), sementara negara-negara dunia masih sangat adiksi dengan yang namanya pertumbuhan ekonomi.

Panelnya ada 4 orang:
Professor Tim Jackson, dia ini Professor of Sustainable Development di University of Surrey, Director of the Research Group on Lifestyles, Values and Environment (RESOLVE).
Dr Peter Christoff, dosen di Resource Management & Geography, Melbourne School of Land & Environment.
Professor Robyn Eckersley, Head of Political Science, School of Social and Political Sciences, Faculty of Arts, University of Melbourne
Professor Boris Frankel, Principal Fellow, Australian Centre for Science Innovation and Society (ACSIS).

Pembicara utamanya tentu saja Tim Jackson. Jadi ini public lecture kayak bedah buku gitu. Tim Jackson bahas tentang buku barunya berjudul Prosperity Without Growth. Intinya, dia bilang bahwa angka konsumsi di dunia udah sangat tinggi seiring dengan tingginya populasi... populasi tinggi, berarti sumber daya yang harus disediakan bumi untuk manusia juga besar. Padahal ekosistem yang bikin kita bertahan hampir ga sanggup lagi untuk memenuhi semua kebutuhan itu. Dia ngasih liat betapa biodiversity kita sudah hilang, angka emisi karbon, dampak perubahan iklim, dsb. Apalagi kalo ngomongin pertumbuhan ekonomi, indikatornya pasti soal GNP, income per capita, inflation rate... semua orang ingin punya standar hidup yang tinggi. Ini berarti juga orang ga ada puas-puasnya.

Nah, si Jackson ini mengeluarkan konsep... gimana kalo kita perlambat pertumbuhan ekonominya?? atau lebih ideal lagi, prosperity without growth??

Saya sih pertama denger... haaa?? mungkin gitu?? Mau balik ke jaman batu maksudnya?? emang orang-orang pada mau?? secara pak Jackson seorang UK government advisor, gimana kalo orang2 UK jadi guinea pignya?

Mendengar penjelasannya, sebenernya konsep ini pelan-pelan udah dijalanin kok sama organisasi-organisasi lingkungan. Kita sering disarankan untuk hemat energi, mengurangi dan me-recycle sampah, hidup sehat (berarti makan seperlunya supaya daging dan tumbuhan ga cepet abis, hehe), etc... Ini kan maksudnya supaya kita ga berlebihan dalam konsumsi. Tim Jackson cuma membawanya ke level yang lebih tinggi... kita seharusnya ga menggantungkan kesejahteraan hanya dengan pertumbuhan terus-menerus. Caranya memang radikal, kurangi aktivitas ekonomi yang punya dampak ke lingkungan. Dia pake pendekatan ini untuk menginspirasi para pemegang kebijakan. Menurut dia, model pertumbuhan ekonomi ala kapitalis ini semakin menggila... atau John Prescott malah pake istilah 'immoral'.

Di akhir2 lecture saya sih uda ga begitu ngerti. Panel mulai diskusi dan kebanyakan bahas masalah kebijakan, implementasi konsep ini ke kebijakan ekonomi... bahasannya lebih ke ekonomi, and unfortunately I don't know really understand how economic system works de...

Yang jadi pikiran saya, idenya keren abisss... tapi ini agak ironis. Sementara negara-negara maju sudah berpikir untuk memperlambat pertumbuhan... ada lebih kurang 1.6 milyar orang yang bahkan ga punya akses listrik atau energi komersil lah. Ga usah jauh2 ke Afrika, di Aceh aja saya ga pernah mau menjalankan the so called Earth Hour. Buat orang Aceh, earth hour yang satu jam itu ga ada apa2nya... kita di Aceh hidup tanpa listrik bisa 8 jam sehari, seringkali bahkan hampir seharian. Saya bener2 ga lebay loh cerita ini.

Soal growth lagi, walopun saya ga ngerti ekonomi... saya ngerti lah kalo GNP turun ato resesi, dampaknya ke tenaga kerja... kalo banyak pengangguran, berarti banyak manusia ga sejahtera dong??

Untuk negara dunia ketiga kayak Indonesia, yang paling krusial tentunya menekan angka populasi. Saya sendiri sering bgt bilang ke temen2 jangan punya anak banyak2... kalo pake indikator UN, 2 udah cukup... itu untuk mengganti orangtuanya kelak. Kalo lebih dari 2 berarti kita berkontribusi sama meningkatnya angka kemiskinan, meningkatnya angka konsumsi, dan berkontribusi sama emisi karbon (yg dikeluarin si anak), dll... Kalo mau lebih dari 2 sih, harus tajir banget yaaa untuk kompensasi.

Efisiensi penggunaan energi udah pasti... air, listrik, bahan bakar, bla bla... 

Sebenernya kita nih yang miskin, lebih gampang adaptasinya sih kalo pertumbuhan ekonomi global diperlambat... karena udah biasa, hehe... tinggal konsistensi pemerintah kita aja ni untuk mulai pembangunan berkelanjutan. Tapi gimana mau membangun, ekonomi tak berdaya??

Anyway, daripada tambah ngaur Tim Jackson rekomen kita untuk baca buku ini supaya tau lebih jauh tentang apa itu a Lasting Prosperity.

Satu pertanyaan bodoh lagi yang muncul, ini soal lingkungan yaa yg kena dampak pertumbuhan ekonomi. Adil ga sih, gara-gara mereka (negara maju) yg selama ini mengekploitasi... kita yang miskin ini harus (ikut) menanggungnya??

Posted at 06:20 pm by Issana

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry